Prinsip Pengobatan Jerawat

Terdapat 4 kunci utama yang perlu diperhatikan dalam pengobatan jerawat, yaitu: Sebum/Kelenjar Minyak yang berlebihan, tertutupnya Folikel Rambut, Bakteri Propionibacterium Acnes dan Inflamas/pembengkakan pada jerawat.

Mengatasi Sebum/Kelenjar Minyak yang berlebihan
Tatkala jerawat mulai muncul, maka penderita perlu menghindari hal-hal yang dapat membuat produksi Sebumnya menjadi semakin banyak. Pada sebagian kasus, banyaknya produksi Sebum memang tidak bisa dihindari, seperti produksi Sebum yang menjadi banyak pada anak-anak yang menginjak usia dewasa. Namun demikian, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah Kelenjar Sebasea memproduksi lebih banyak Sebum lagi. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari banyaknya produksi sebum telah dibahas sebagian di Cara Mencegah Jerawat.

Mengatasi Bakteri Propionibacterium Acnes Yang Menyebabkan Pembengkakan pada Jerawat
Pada kulit yang berjerawat, populasi keberadaan Bakteri Propionibacterium Acnes perlu dikurangi untuk mengurangi pembengkakan/peradangan pada jerawat.

Benzoyl Peroxide dan Sulfur adalah substansi yang paling populer yang cukup ampuh digunakan untuk mengatasi bakteri penyebab pembengkakan pada jerawat. Benzoyl Peroxide dan Sulfur biasa digunakan sebagai obat luar yang dioleskan pada area yang berjerawat.

Dokter biasa memberikan antibotik sebagai obat dalam, yang mana antibiotik ini berperan untuk mengurangi populasi bakteri Propionibacterium Acnes.

Apakah Saya Perlu Memencet Jerawat Saya Agar Cepat Sembuh?
Para dermatolog sangat tidak merekomendasikan hal ini. Memencet-mencet jerawat dapat membuat lesi jerawat menjadi lebih buruk dan juga dapat menyebabkan noda bekas jerawat nantinya.


Sebelumnya
Apa Itu Jerawat? – Bagaimana Jerawat Bisa Terjadi Serta Jenis-jenisnya
Penyebab Jerawat
Cara Mencegah Jerawat
Selanjutnya
Noda Bekas Jerawat Serta Cara Menghilangkannya